|
 |
Thursday, September 21, 2006
Nyanyi Rindu Untuk Ibu <download here> oleh: Ebiet G. Ade Tubuhmu yang terbungkuk, tersandar lemah di kursi kayu tua Jemari kurus terkulai menggenggam pena engkau goreskan sajak Sisa rambutmu perak, tinggal segenggam Terbaca pahit, kerasnya perjalanan Nampaknya ingin kautumpahkan seluruhnya di dalam puisi Dari alis matamu terbentuk garis guratan kokoh jiwa Angin yang deras menghempas tak kau hiraukan batinmu kuat bertahan Meskipun raga semakin rapuh tak pernah risau, selalu tersimpul senyum Sepantasnyalah kujadikan suri teladan, potret perjuangan Oh, oh, oh, ibu, ada yang ingin kutanyakan padamu Hasil panenan kemarau ini sesubur panenan yang kita petik bersama Oh, oh, oh, ibu, apa kabar sawah kita sepetak? Masih bisakah kita tanami? atau terendam ditelan zaman? Setelah cucumu lahir aku lebih faham betapa beratnya membesarkan dan setia melindungi semua anak-anakmu Kita yang s'lalu hidup sederhana kau sanggup mengasuh hingga kami dewasa Dengarkanlah nyanyian yang aku peruntukkan buatmu, ibu Oh, oh, oh, ibu, ada yang ingin kutanyakan padamu Hasil panenan kemarau ini sesubur panen yang kita petik bersama Oh, oh, oh, ibu, apa kabar sawah kita sepetak? Masih bisakah kita tanami? atau terendam ditelan zaman? Titip Rindu Buat Ayah <download here> Oleh: Ebiet G. Ade Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa Benturan dan hempasan terpahat di keningmu Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras Namun kau tetap tabah hm... Meski nafasmu kadang tersengal Memikul beban yang makin sarat Kau tetap bertahan Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari Kini kurus dan terbungkuk hm... Namun semangat tak pernah pudar Meski langkahmu kadang gemetar Kau tetap setia Ayah, dalam hening sepi kurindu untuk menuai padi milik kita Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan Anakmu sekarang banyak menanggung beban Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari Kini kurus dan terbungkuk hm... Namun semangat tak pernah pudar Meski langkahmu kadang gemetar Kau tetap setia Psstt...: Hayatilah setiap bait-bait lirik lagu diatas.
Posted at 12:17 pm by firdee
Don't buy Vista Security
|
|
|